Jumat, 09 Desember 2011

Aku Rindu Zaman Itu

Aku Rindu Zaman itu ....


Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan
apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika kepercayaan menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi
kecurigaan


Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan
hujatan


Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su'udzon atau
menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da'wah ini

Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman ketika hadir di Mentoring/liqo adalah kerinduan, dan terlambat adalah
Kelalaian


Aku rindu zaman itu ketika berjilbab telah menjadi kesadaran para muslimah untuk menggunakannya


Aku rindu zaman itu ketika para ikhwan membela seorang akhwat yang jilbabnya dilecehkan orang tak bertanggung jawab


Aku rindu zaman itu ketika nilai akademis turun namun tak ada dari satu pun aktivitas da`wah yang menyalahkan da`wah dan memutuskan mundur dari aktivitas da`wah dan tarbiyah


Aku rindu zaman itu ketika alumni sekolah menghabiskan setengah uang tabungannya agar acara keislaman di sekolahnya sukses


Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak untuk ikut  dauroh dengan
ongkos ngepas dan peta tak jelas


Aku rindu zaman ketika seorang saudara benar-benar jalan kaki 2 jam di malam
buta sepulang liqo dari rumah murabbinya


Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa , alat tulis,
buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan


Aku rindu zaman ketika seseorang menangis karena tak bisa hadir di liqo


Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat
berita kumpul subuh harinya


Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah
Berangkat sekolah esok harinya


Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan
patungan mengumpulkan dana apa adanya

Aku rindu zaman itu,


Aku rindu....


Ya ALLAH,
Jangan Kau buang kenikmatan berda'wah dari hati-hati kami
Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama

Writen by : Ustadzuna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar