Kamis, 22 Desember 2011

Herman's Law for Students

Tahukah anda apa itu the Herman’s law? Ia tak lain adalah seperangkat
etika yang mengatur hubungan antara dosen pembimbing dan mahasiswanya
agar proses penelitian tugas akhir ataupun riset yang dilakukan oleh
mahasiswa bisa berjalan dengan optimal. Norma dan etika tersebut
dirangkum oleh seorang Professor of Applied Physics yang bernama
Irving P. Herman dari Columbia University, New York.

Prof. Herman mengatakan bahwa butir etika yang berjumlah 20 itu (yang
sekarang disebut the Herman’s law) dibuat untuk memotivasi mahasiswa
yang tergabung dalam grup risetnya dan menjelaskan bagaimana caranya
menjadi mahasiswa yang efektif ketika melakukan riset. Etika itu juga
menempatkan seorang pembimbing dan mahasiswa yang dibimbingnya dalam
suatu interaksi yang bersifat simbiosis mutualisme. Beliau
menggarisbawahi bahwa dalam suatu aktivitas riset, benar atau salah
harus dievaluasi lewat metode yang obyektif, bukan oleh ego.

Rekan-rekan mahasiswa yang saya hormati, perhatikanlah butir-butir
etika yang ditulis oleh Profesor Herman berikut ini.
1. Your vacation begins after you defend your thesis [Liburan
anda baru akan dimulai setelah anda selesai sidang komprehensif]
2. In research, what matters is what is right, not who is right [Dalam
kegiatan riset, yang dicari adalah mana yang benar, bukan siapa yang
benar]
3. In research and other matters, your adviser is always right, most
of the time [Dalam kegiatan Tugas Akhir (TA) maupun penelitian,
pembimbing anda selalu benar sampai kapanpun]
4. Act as if your adviser is always right, almost all the time
[Maka bersikaplah seolah-olah pembimbing anda adalah orang yang selalu
benar setiap saat]
5. If you think you are right and you are able to convince your
adviser, your adviser will be very happy [Kalau anda merasa benar dan
anda bisa meyakinkan pembimbing anda, maka pembimbing anda akan sangat senang
sekali]
6. Your productivity varies as (effective productive time spent per
day) dipangkatkan 1000 [Produktivitas anda ditentukan oleh rumus sebagai berikut
(waktu yang digunakan untuk bekerja secara efektif) dipangkatkan 1000]
7. Your productivity also varies as 1/(your delay in analyzing
acquired data) dipangkatkan 1000 [Produktivitas anda juga ditentukan oleh rumus
sebagai satu per (waktu yang terbuang karena anda menunda menganalisis data)
dipangkatkan 1000]
8. Take data today as if you know that your equipment will break
tomorrow [Lekas ambil dan catat data sekarang juga seolah-olah anda tahu bahwa
alat anda akan rusak besok pagi]
9. If you would be unhappy to lose your data, make a permanent back-up
copy of them within five minutes of acquiring them [Kalau anda merasa
kesal (sangat menyesal) jika data anda hilang, segeralah simpan data
anda ke tempat yang
aman dalam kurun waktu lima menit setelah data itu anda peroleh]
10. Your adviser expects your productivity to be low initially and
then to be above threshold after a year or so [Pembimbing anda
menyadari bahwa tingkat produktifitas anda mula-mula kecil (mentok
sana, mentok sini), tapi
setelah dapat celahnya akan meningkat pesat]
11. You must become a bigger expert in your thesis area than your
adviser [Anda harus menjadi orang yang paling ngerti dan paling
menguasai skripsi anda
dibandingkan pembimbing anda].
12. When you cooperate, your adviser’s blood pressure will go down a
bit [Ketika anda bisa koperatif dengan pembimbing, tekanan darah
beliau akan stabil]
13. When you don’t cooperate, your adviser’s blood pressure either
goes up a bit or it goes down to zero [Kalau anda ngga bisa koperatif,
tekanan darah beliau akan naik, atau malah akan turun jadi nol (wah yg
ini lebay banget nih..) ].
14. Usually, only when you can publish your results are they good
enough to be part of your thesis [Kalau hasil tugas akhir anda bisa
dipublikasikan, maka itu sangat baik buat skripsi anda]
15. The higher the quality, first, and quantity, second, of your
publishable work, the better your thesis [Yang terpenting adalah
kualitas, baru setelah itu jumlah. Makin tinggi kualitas publikasi dan
makin banyak jumlah publikasi, skripsi anda akan semakin bermutu]
16. Remember, its your thesis. You (!) need to do it [Sadarilah bahwa
ini adalah skripsi Anda. Jadi Andalah yang harus mengerjakannya.!
Bukan orang lain!!].
17. Your adviser wants you to become famous, so that he/she finally
become famous [Pembimbing anda mengharapkan anda jadi orang terkenal
(makanya kalau bikin paper pasti nama anda diletakkan di urutan
pertama sebagai first author), karena dengan demikian pembimbing anda
pun akhirnya akan jadi terkenal
juga].
18. Your adviser wants to write the best letter of recommendation for
you that is possible [Kelak pembimbing anda ingin menuliskan surat
rekomendasi yang terbaik buat anda].
19. Whatever is best for you is best for your adviser [Yang terbaik
buat anda adalah yang terbaik juga buat pembimbing anda].
20. Whatever is best for your adviser is best for you [Yang terbaik
buat pembimbing anda adalah baik buat anda].

Dalam bagian penutup dan sekaligus merupakan bagian paling penting,
Prof. Herman berkata, “Knowledge dan skill setiap mahasiswa mesti
tumbuh dan berkembang secara professional; setiap pembimbing harus
membantu mahasiswa menumbuhkan habit atau pola kerja yang efektif.”


from my lovely teacher, Mr. Supriyanto's note in mailing list

Senin, 19 Desember 2011

KASIH ALLAH SWT...

"KasihNya Allah, meskipun HambaNya mendustakan nikmat kasihNya"..

-Seorang Jemaah mendekati seorang pemuda yg tenang lagi redup wajahnya di dalam sebuah masjid berdekatan:

Wahai pemuda, aku lihat dahulu engkau tidak setenang ini, apakah yg menyebabkan engkau berubah ke arah kebaikan?
Adakah engkau berubah kerana pernah ditimpa musibah?
Jawab pemuda: tidak, sesungguhnya aku tidak pernah serik dgn musibah yg melanda diriku suatu ketika dahulu.

Adakah engkau sudah jemu dgn maksiat?
Jawab pemuda: tidak, sesungguhnya maksiat itu terlalu enak utk diperjelaskan.

Adakah ada seseorang atau ibu bapamu yg menyuruhmu berubah?
Jawab pemuda: tidak, rakan2ku mahupun ibubapaku tidak mampu utk memujukku agar berubah.

Adakah engkau takut akan siksaan dan murka Allah?

Jawab pemuda: selama ini hatiku keras utk memikirkan semua itu.

Adakah engkau inginkan Syurga Allah?

Jawab pemuda: Aku tidak layak dan terfikir utk Syurganya apatah lagi utk menghadapi NerakaNya..

maka Jemaah itu semakin kehairanan dan bertanya lagi,

Jadi...apakah sebabnya wahai pemuda?
Dgn linangan air mata pemuda itu menjawab:

..."Fa bi ayyi aalaa-i rabbikuma tukadzdzibaan.."(nikmat Tuhan kamu yang mana satukah yg kamu dustakan?)- Surah Ar-Rahman.

" Setelah aku terdengar ayat itu lalu aku menyedari batapa jiwaku kosong dan sunyi tanpa belaian kasihNya buatku meskipun aku di tengah2 keramaian, dan aku takut,kiranya aku terbiar tanpa pimpinan dan pemerhatianNya...cukuplah aku hidup dalam jagaan kasihNya setelah sekian lama aku palingkan cintaku.. dan harapanku... buat manusia dan akhirnya aku diselimuti dgn kekecewaan.... Sehinggalah pintu hatiku disapa oleh kalamNya meskipun saat itu aku bergelumang dgn dosa dan durhaka, dan inilah diriku..., serta aku tenang dalam dakapanNya "

UKURAN WANITA SOLEHAH


            "Dengan kecantikan yang Anda miliki, ianya lebih anggun daripada cahaya mentari. "


  1. Anda, dengan akhlak yang Anda miliki lebih harum daripada kasturi.  
  2. Anda, dengan kerendahan hati yang Anda miliki, lebih tinggi daripada rembulan.
  3. Anda, dengan sifat keibuan yang Anda miliki, lebih menyegarkan daripada hujan.
Oleh kerana itu :
  1. Peliharalah kecantikan itu dengan iman.
  2. Peliharalah keridhaan itu dengan sikap qana'ah.
  3. Peliharalah kesucian diri itu dengan hijab.
Demikian kata-kata Dr 'Aidh Al-Qarni, seorang pendakwah terkenal dari Arab Saudi.

Ungkapan ini jika dihalusi adalah usaha untuk membetulkan semula terhadap perkembangan pemikiran dan persepsi yang salah terhadap ukuran kemuliaan seorang wanita.
Pernyataan ini merupakan satu usaha untuk menolak berbagai keraguan berbahaya yang kini sudah menyentuh wilayah keyakinan iaitu :

“Adanya anggapan bahwa dengan kecantikan fizikal, seseorang wanita akan mampu meraih kemuliaan dan mendapatkan kebahagiaan.”

Anggapan ini bukan bersumber dari Islam kerana kemuliaan seseorang wanita TIDAK terletak pada :
  1. Kecantikan wajah.
  2. Keelokan tubuh badan.
  3. Banyaknya perhiasan yang dipakai.

Dalam Islam, ketiga-tiga perkara tersebut adalah FITNAH (ujian) bagi wanita kerana ianya samada boleh membawanya menuju kemuliaan atau mampu menyeretnya ke lembah kebinasaan.

Kenyataannya, tidak sedikit wanita yang terjebak dengan anggapan bahwa keelokan fizikalnya adalah segala-galanya. Mereka menganggap bahwa kemuliaan dan kebahagiaan akan didapati apabila berwajah cantik, kulit yang putih dan tubuh yang ramping.

Maka tidak pelik kalau ramai wanita yang kita jumpai bermati-matian untuk memutihkan kulitnya, membuat pembedahan-pembedahan plastik kepada sebahagian tubuhnya di samping  menghabiskan beribu-ribu malah berjuta wang demi mengejar prestij tersebut.
Bagi yang tidak mampu, mereka menjadi rendah diri dan merasa terasing dari pergaulannya dengan orang lain. Padahal kecantikan dan keindahan tubuh badan tidak dapat dijadikan kayu ukur kemuliaan. Lebih jauh lagi, semua itu tidak dapat menjamin seseorang akan menjadi bahagia.


Ramai juga wanita yang terjerumus ke dalam konsep "penuhanan" terhadap material. Bagi mereka, material adalah harga diri.

Dengan anggapan tersebut mereka mahu melakukan apa sahaja untuk meraihnya. Bahkan tubuhnya pun dengan mudah ingin dikorbankan.
Dalam konteks ini, mereka bukannya menjadi terhormat, tetapi justeru bernilai rendah di hadapan Allah swt.

Di satu sisi mereka bersikap "bermuka dua", iaitu mengakui Allah swt sebagai Tuhan tetapi pada masa yang sama mereka "bertuhankan" fizikal dan material.

Di sisi lain pula, pengorbanan "mutiaranya" akan membuat orang yang melihatnya tidak akan menghormati mereka.
Kenyataan ini tidak lepas daripada pengaruh media massa, baik cetak maupun elektronik. Kekuatan media massa terletak kepada pengaruhnya untuk membentuk pendapat umum.
Dengan intensiti yang kuat, media massa terutamanya televisyen bukan sahaja menawarkan hiburan tetapi juga secara tidak langsung telah menawarkan :
  1. Nilai.
  2. Budaya.
  3. Prinsip hidup.

Secara perlahan-lahan namun dengan pasti, sajian televisyen yang asalnya menjadi tontonan semata-mata telah berubah menjadi panduan penontonnya, padahal tidak semua sajian televisyen menawarkan nilai yang sama dengan kehendak penontonnya.
Keadaan yang paling buruk adalah ketika sajian televisyen menjadi pengendali "trend" atau ‘trendsetter’dalam pelbagai aspek kehidupan seperti :
  1. Pola berfikir.
  2. Tingkah laku.
  3. Keyakinan.

sehingga semua yang ada di televisyen menjadi ikutan dan panduan penontonnya dalam kehidupan nyata.
Nampaknya, sajian televisyen yang begitu mengagungkan wanita berupa paras cantik, berkulit putih dan berbadan ramping telah mempengaruhi persepsi kebanyakan wanita Muslimah dan masyarakat pada umumnya. Padahal semua itu salah dan bertentangan dengan Islam.
Di dalam Al Quran, Allah swt menyatakan sebaliknya, bahwa kayu ukur kemuliaan itu adalah ketakwaanBUKAN kecantikan fizikal.

Firman Allah swt :
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (QS Al Hujuraat : 13)
Ketaqwaan itu ada di dalam hati. Hal ini sejajar dengan sabda Rasulullah saw bahwa sesungguhnya Allah swt tidak melihat seseorang dari bentuk tubuhnya tetapi melihat hati dan amalnya.

Sesungguhnya kemuliaan dapat diraih seseorang wanita manakala ia memiliki kemampuan untuk:
  1. Menjaga martabatnya dengan iman.
  2. Menerima semua kurniaan yang Allah berikan.
  3. Menghijab dirinya dari kemaksiatan.
  4. Menghiasi semua aktivitinya dengan ibadah.
  5. Memberikan yang terbaik terhadap sesama manusia.

Seorang wanita yang mampu melakukan semua itu akan mulia di sisi Allah dan terhormat di hadapan manusia.
Sejarah mencatatkan bahwa dalam dunia Islam sejak dahulu telah banyak muncul wanita-wanita mulia yang mendapatkan tempat yang terhormat di tengah-tengah umat hingga kini.

Contohnya Sayyidatina Khadijah ra yang namanya terus berkibar sampai sekarang bahkan setiap anak perempuan dianjurkan untuk meneladaninya.

Terkenalnya seorang Khadijah bukan kerana kecantikan dirinya namun kerana pengorbanannya dalam mendukung perjuangan Rasulullah saw mendakwahkan Islam.
Begitu juga Sayyidatina Aisyah ra, salah seorang isteri Nabi saw yang juga seorang cendekiawan muda.
ra diangkat menjadi ulama’ atau guru para sahabat.
Darinyalah para sahabat mendapat berbagai disiplin ilmu seperti fiqh, hadis dan tafsir. Pada masanya, Aisyah 

Ada pula Asma' binti Yazid, seorang mujahidah yang membinasakan sembilan tentera Romawi di dalam perang Yarmuk hanya dengan menggunakan sebilah tiang khemah.
Masih ramai wanita mulia yang berkarya besar untuk umat pada masa-masa berikutnya. Di antara mereka ada yang menjadi guru kepada imam mazhab terkenal.

Imam Abu Hayyan mencatat tiga nama wanita yang menjadi guru kepada Imam Syafi'ie, iaitu :
  1. Mu'nisat Al Ayyubiyah.
  2. Syamiyat At Taimiyah.
  3. Zainab binti Abdul Lathif Al Baghdadi.

Keharuman dan keabadian nama mereka disebabkan oleh kemampuan :
  1. Mengembangkan kualiti diri.
  2. Menjaga ‘iffah’ (martabat).
  3. Memelihara diri dari kemaksiatan.
Sinar kemuliaan mereka muncul dari dalam diri mereka BUKAN fizikal. Sinar inilah yang lebih abadi.
Bagi mereka, fizikal hanyalah perhiasan semata-mata di mana, dalam rentang waktu yang lama
akan pudar juga akhirnya sehingga keadaan fizikal seperti apapun tidak banyak mempengaruhi kehidupan mereka.

Akhirnya marilah kita benar-benar mendidik isteri-isteri dan anak-anak perempuan kita khususnya dengan didikan Islam yang sebenarnya sehingga mereka mempunyai :
  1. Harga diri yang tinggi.
  2. Keimanan yang mantap.
  3. Keilmuan Islam yang luas.


sehingga mereka akan dapat menyelamatkan diri mereka daripada fitnah-fitnah dunia yang boleh mengheret mereka ke lembah kehinaan.

Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami berupa keimanan yang teguh dan keilmuan yang tinggi untuk kami mampu mendidik dan membangunkan keluarga kami mengikuti jalanMu yang lurus.

Ameen Ya Rabbal Alameen

Minggu, 11 Desember 2011

MIMPI CENDAWAN...








Dari segala jenis phobia yang ada, yang paling mengancam adalah takut bermimpi. Kerana phobia mimpi menjangkiti setiap neuron harapan. Sedang harapan, adalah alasan seseorang untuk tetap hidup. Bahkan jika hak kemerdekaan seseorang dirampas dari tangan, tak ada satu pun mampu memonopoli mimpi. Tapi mengapa masih banyak orang takut bermimpi? Kerana menjiwai mimpi butuh azzam bergunung-gunung. Mungkin itulah sebabnya, banyak orang masih takut bermimpi.

Jika Bermimpi menstimulasi raga untuk berbuat, maka mimpi selalu menunggu, menantikan sang kreator menjemputnya ke dunia nyata. Mimpi tak pernah lelah untuk berlangsung, hanya secara perlahan terbunuh tanpa sedar. Sang kreator terbiasa membiarkan mimpinya digerogoti kulat mimpi. Cendawan yang berkembang setiap saat kerana menyerah pada keadaan. Begitu mudahnya membuat adunan mimpi lalu kemudian dijamuri hingga basi. Sehingga mimpi seyogyanya akan direalisasikan. Kerana jika tidak, mimpi itu akan membusuk oleh kulat dan akhirnya hanya bongkahan angan-angan tanpa makna.

Lain halnya dengan manusia yang merawat dan menjaga mimpinya dari cendawan ini. Wanita yang teguh serta tempoh mempertahankan mimpi di tengah kekejaman Suaminya yang menganggap selonggok jasadnya adalah Tuhan. Bahkan jasad itu yang diisytiharkan sebagai Tuhan, kelak akan dianggap sebagai hantu. Hantu keriput kerana dibalsemi sampai tak ada yang luput.

Dialah wanita yang dijanjikan oleh Maha Penjamin, untuk menjadi ahli Syurga-Nya. Wanita yang namanya terpampang lulus pada papan pengumuman ahli Syurga bersama tiga wanita tangguh lain. Asiah, nama yang sudah tak asing lagi yang sering ditemui oleh para pecinta hikmah. Seorang Isteri yang bukan hanya taat pada Suaminya, namun taat pada Penciptanya. Wanita penggenggam bara api di Dunia dan mata air di syurga.

Mendengar seorang tukang sikat rambut puteri Firaun dan kelima anak-anak yatim asuhannya digoreng dalam kuali besar penuh minyak yang mendidih hingga matang, kerana selalu mengamini iman pada Tuhan sejatinya. Tidak lantas membuat bulu kuduk Asiah merinding, takut akan kekejaman Suaminya. Hal ini bahkan menguatkan Asiah untuk melaksanakan kurikulum mimpinya yang telah dia canangkan setelah bertiup khabar mengenai wanita tukang sisir tersebut.

Cinta hakiki yang menjadi program unggulan kurikulum mimpi Asiah, semakin menjengkelkan suaminya. Berkali-kali lisan Asiah berusaha dibengkokkan oleh pedang, tak sedikitpun lidahnya mangkir untuk berucap Firaun sang Tuhan semesta. Kekesalan Firaun berada pada titik didih kerana Asiah tidak mahu mengimani dirinya sebagai Tuhan. Bahkan pembangkangan Asiah terhadap dirinya semakin ke ubun-ubun saat Asiah berkata Tuhan Asiah adalah Tuhannya pula.

Merasa digertak oleh makhluk yang dia anggap lemah ini, membuat Firaun tidak tinggal diam lalu ikut mengamini apa yang terucap dari lisan Asiah. Beberapa budak yang jiwa, raga bahkan mimpinya boleh dibeli, diperintahkan untuk membawa Asiah. Asiah pun diikat kaki dan tangannya di tiang pengakuan. Mereka akan memukul Asiah yang dulu mereka anggap sebagai majikannya, kerana masih menyandang status Permaisuri Firaun. Tak ada gurat sesal terpatri di wajah budak Firaun, yang mereka tahu hanya daging dan buah-buahan yang enak memenuhi kantung perutnya setelah melaksanakan titah Sang Diktator.

Meski dipukul hingga setengah tak sedarkan diri, Asiah yakin yang terampas darinya hanyalah hak kemerdekaan jasadnya yang kelak akan terkubur di bawah tanah atau membusuk bersama makhluk lain. Tapi, mimpinya tak pernah dibiarkan membusuk seperti jasadnya. Dia tidak akan pernah membiarkan mimpinya digerogoti kulat mimpi. Cendawan yang sentiasa tumbuh subur pada keadaan kondusif seperti yang Asiah alami.

Allah telah menyediakan rumah itu untuk Asiah dari simen ketaatan, asas keimanan, konkrit-konkrit ketakwaan dan cat yang dihiasi dari keistiqomahan yang Asiah kumpulkan dari perjuangannya di Dunia. Pada saat itu pula Asiah akan berlari menuju rumahnya di syurga, jasadnya yang terbujur kaku di tiang pengakuan, dia tinggalkan tanpa menoleh sedikitpun.

Wanita teladan sepanjang zaman ini telah menggapai mimpinya. Hingga akhirnya keimanannya berbuah manis yakni rumah di Syurga. Mimpi mana yang lebih indah dari Asiah selain mendapatkan rumah di Syurga? Hal ini kerana Asiah menjaga ladang mimpinya dari cendawan-kulat mimpi. Dia sentiasa merawat, menyiram dan memberi baja keimanan pada ladang mimpi yang dia tanam.

Rabbnya telah mencabut kulat mimpi hingga ke akar yang siap memamah mimpi Asiah mempunyai rumah di Syurga. Kerana kulat mimpi itu adalah putus asa. Keputusasaan yang sering tumbuh dan berkembang pada saat-saat ujian datang menggoyahkan mimpi, menyerap pati mimpi, yang mengandungi keyakinan dan kesyukuran.

Wallahu'alam.

Jumat, 09 Desember 2011

Janji Seorang Sufi



Adalah diceritakan, ada seorang soleh yang pandangannya hanya kepada akhirat dan keindahan syurga, sehingga dia berjanji kepada Allah untuk tidak akan melihat lagi keindahan duniawi agar tidak merasa tertarik padanya.

Pada suatu hari, ketika dalam satu perjalanan, dia lalu di sebuah pasar, tempat membeli belah dan secara tidak sengaja terlihat sebuah tali pinggang yang tergantung di sebuah kedai. Mungkin tali pinggang itu sangat cantik sehingga terlupa akan janjinya kepada Allah, maka dia memandangnya dengan agak lama. Dia terlalai.

Tuan punya kedai mengetahui bahawa ada seorang lelaki melihat barang jualannya, tetapi tidak mahu membelinya. Lalu dia menoleh pada barangan jualannya, ternyata dengan takdir Allah, tali pinggang ghaib pada pandangannya.

Maka tiada siapapun yang dicurigai di situ melainkan seorang sufi yang berada di tempat itu. Dia segera melompat dan memegang tangan orang sufi itu kuat - kuat, menengking dan menuduhnya sebagai pencuri.
"Hai saudara! Kau bergaya sebagai orang soleh, tapi kenapa sanggup melakukan perkara ini." kata tuan punya kedai.

"Apa maksudmu, wahai saudara?"kata orang sufi yang tersedar dari kelalaiannya.

"Engkau seorang sufi, tetapi mengapa engkau mencuri?"

"Hai, apa yang aku curi!?"

"Engkau telah mencuri tali pinggangku."

"Demi Allah, aku tidak mencuri apa - apa pun barangmu," sangkal orang soleh itu sambil bersumpah.

Kerana perselisihan mereka berpanjangan, maka sampailah kepada pengetahuan pihak penguasa setempat untuk mencari keadilan. Penjual tali pinggang itu menceritakan pada penguasa bahawa orang soleh itu telah mencuri tali pinggangnya.
"Wahai lelaki, apakah perkara ini patut dilakukan oleh orang yang soleh sepertimu?" soal Amir.

"Demi Allah, aku tidak mencuri apa - apa." jawab ahli sufi itu.

Lelaki soleh itu memang tidak mengaku kerana memang tidak merasa mengambil apa - apa dari kedai tersebut. tiba - tiba salah seorang yang hadir di situ berkata,
"Singkap bajunya!"..

Mereka menyingkap baju orang soleh itu dan ternyata di pinggangnya ada tali pinggang terlilit. Mengetahui hal ini, lelaki soleh itu memekik seolah - olah hampir mati ketika itu juga, kemudian pengsan kerana terkejut yang luar biasa.
"Ambillah rotan!" kata Amir.

Setelah rotan siap ditangannya, Amir bersedia untuk merotan lelaki soleh yang sedang pengsan itu.

Namun begitu sebelum Amir mengangkat tangannya dia terdenganr suara, "Wahai hamba Allah, jangan engkau memukul wali Allah itu. Perkara ini berlaku hanya sebagai cubaan bagi engkau."

Amir terkejut yang luar biasa, dia menjerit sekuat - kuatnya bagaikan rohnya hendak berpisah dari badannya. Dia lalu rebah ke bumi dan pengsan di tempat itu juga. Kedua - dua orang yang bertaqwa itu telah sama - sama pengsan.

Sebentar kemudian si lelaki soleh sedar dari pengsannya, kemudian mengangkat kepalanya ke langit, lalu berdoa sambil menangis, "Wahai Tuhanku! Aku mohon ampun kepada-Mu. Aku telah mengetahu akan dosa - dosaku dan kesalahanku. Aku bersalah, begitulah akibat orang yang tersilap. Maka janganlah Engkau siksa aku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Pelindung manusia."

Orang - orang yang hadir di situ turut menangis bersamanya. Tidak lama kemudian, Amir sedar dari pengsannya, dia lalu mencium tangan dan kaki orang soleh itu.
"Wahai kekasihku, bagaimana perkara ini boleh berlaku?" tanya Amir kepada orang soleh.

Orang soleh menceritakan bahawa dia telah berjanji kepada Allah untuk tidak melihat apa - apa jua perhiasan dan barang - barang cantik di dunia. Kemudian dia lalu di sebuah pasar dan terlihat tali pinggang yang indah.

Maka dengan takdir Allah dia terlalai di situ. Dia tidak tahu apa yang terjadi, melainkan lelaki penjual tali pinggang itu tiba - tiba menyerangnya dan menuduhnya mencuri, padahal saya tidak mencurinya.

Amir faham bahawa tali pinggang yang dijumpai di pinggang orang soleh itu adalah atas kehendak Allah, sebagai balasan melanggar janji... (......)


Ternyata Hari Jum’at itu Istimewa…


 Wash-shalaatu was-salaamu a’laa asyrafi anbiyaa’I wal-mursaliin, sayyidinaa wa habbibinaa wa syafi’inaa wa nabiyanaa wa maulanaa Muhammad shalallahu’ alaihi wa aalihi wa sallam. Amma ba’du.
 Segala puji dan syukur hanya milik Allah swt, Pencipta dan Penguasa jagat raya berserta sekalian isinya. Shalawat serta salam semoga sentiasa tercurah pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw, berserta para keluarga,sahabat, dan pengikutnya yang setia sampai akhir zaman…
Saudaraku, khabar gembira untuk kita semua bahwa ternyata kita mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita mengetahui. Hari itu adalah hari jum’at. hari jum’at memang istimewa namun tidak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam ertikata, kita mengkhususkan dengan ibadah tertentu misalnya puasa tertentu khusus hari Jum’at, tidak boleh pula mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari jum’at kecuali yang disyari’atkan.

 dalam artikel ini, kita akan mengetahui beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami keutamaannya, kita  lebih bersemangat untuk memaksimakan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan agar meraih keutamaan-keutamaan tersebut.


Keutamaan Hari Jum’at…
1. Hari paling utama di dunia
Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:
·         Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
·         Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
·         Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
·         Hari akan terjadinya kiamat.
Menurut Imam Sayuti antaranya,
·         Semua roh-roh orang Islam pada hari itu akan berkumpul
·         Mayat-mayat akan terselamat dari seksaan kubur.
·         Sesiapa yang meninggal pada malam Jumaat atau pada siangnya maka ia akan terselamat dari seksaan kubur.
·         Api neraka tidak menyala.
·         Semua penduduk syurga akan menziarahi Allah Ta'ala.
·         Bersabda Rasulullah s.a.w., "Sesiapa yang mandi pada hari Jumaat seperti mandi janabah kemudian pergi ke masjid pada saat yang pertama maka pahalanya seumpama ia berkorban seekor unta.  Sesiapa yang pergi ke masjid pada saat yang kedua, pahalanya seumpama ia berkorban seekor lembu.  Sesiapa yang keluar pada saat ketiga, pahalanya seumpama ia berkorban seekor biri-biri yang bertanduk.  Sesiapa yang keluar pada saat yang keempat, pahalanya seumpama ia berkorban seekor ayam betina.  Sesiapa yang keluar pada saat kelima, pahalanya seumpama ia bersedekah sebiji telur.  Apabila imam telah keluar untuk membaca khutbah dan para malaikat pun hadir sama untuk mendengarnya."

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin solat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)
2. Hari bagi kaum muslimin
Hari jum’at adalah hari berkumpulnya umt Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti solat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasihat-nasihat, serta do’a.

Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari
Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)
4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan solat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)
Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:
a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at
Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umarradhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthirahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan.
b. waktu akhir dari waktu tersebut hingga setelah asar
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘asar.”(HR. Abu Dawud)

Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau mengatakn bahwa, “Ini adalah pendapat yang dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali hadits-hadits mengenainya.”
5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya
Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau memakai minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan solat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”(HR. Bukhari)


Amalan-Amalan yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at
1. Memperbanyakan shalawat
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
2. Membaca surat Al Kahfi
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
3. Memperbanyak do’a (HR Abu Daud poin 4b.)
4. Amalan-amalan shalat jum’at (wajib bagi laki-laki)
·         Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
·         Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
·         Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
·         Memakai pakaian yang terbaik.
·         Melakukan solat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.
Saudaraku, setelah membaca artikel ini semoga kita dapat mengambil manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang disyari’atkan.  begitu banyak jalan agar kita boleh meraut pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

Maraji’:
1.   Do’a dan Wirid, Pustaka Imam Asy-Syafi’i
2.   Tafsir Ayat-Ayat Yaa Ayyuhal-ladziina Aamanuu, Pustaka Al-Kautsar
3.   Amalan dan Waktu yang Diberkahi, Pustaka Ibnu Katsir