Tahukah anda apa itu the Herman’s law? Ia tak lain adalah seperangkat
etika yang mengatur hubungan antara dosen pembimbing dan mahasiswanya
agar proses penelitian tugas akhir ataupun riset yang dilakukan oleh
mahasiswa bisa berjalan dengan optimal. Norma dan etika tersebut
dirangkum oleh seorang Professor of Applied Physics yang bernama
Irving P. Herman dari Columbia University, New York.
Prof. Herman mengatakan bahwa butir etika yang berjumlah 20 itu (yang
sekarang disebut the Herman’s law) dibuat untuk memotivasi mahasiswa
yang tergabung dalam grup risetnya dan menjelaskan bagaimana caranya
menjadi mahasiswa yang efektif ketika melakukan riset. Etika itu juga
menempatkan seorang pembimbing dan mahasiswa yang dibimbingnya dalam
suatu interaksi yang bersifat simbiosis mutualisme. Beliau
menggarisbawahi bahwa dalam suatu aktivitas riset, benar atau salah
harus dievaluasi lewat metode yang obyektif, bukan oleh ego.
Rekan-rekan mahasiswa yang saya hormati, perhatikanlah butir-butir
etika yang ditulis oleh Profesor Herman berikut ini.
1. Your vacation begins after you defend your thesis [Liburan
anda baru akan dimulai setelah anda selesai sidang komprehensif]
2. In research, what matters is what is right, not who is right [Dalam
kegiatan riset, yang dicari adalah mana yang benar, bukan siapa yang
benar]
3. In research and other matters, your adviser is always right, most
of the time [Dalam kegiatan Tugas Akhir (TA) maupun penelitian,
pembimbing anda selalu benar sampai kapanpun]
4. Act as if your adviser is always right, almost all the time
[Maka bersikaplah seolah-olah pembimbing anda adalah orang yang selalu
benar setiap saat]
5. If you think you are right and you are able to convince your
adviser, your adviser will be very happy [Kalau anda merasa benar dan
anda bisa meyakinkan pembimbing anda, maka pembimbing anda akan sangat senang
sekali]
6. Your productivity varies as (effective productive time spent per
day) dipangkatkan 1000 [Produktivitas anda ditentukan oleh rumus sebagai berikut
(waktu yang digunakan untuk bekerja secara efektif) dipangkatkan 1000]
7. Your productivity also varies as 1/(your delay in analyzing
acquired data) dipangkatkan 1000 [Produktivitas anda juga ditentukan oleh rumus
sebagai satu per (waktu yang terbuang karena anda menunda menganalisis data)
dipangkatkan 1000]
8. Take data today as if you know that your equipment will break
tomorrow [Lekas ambil dan catat data sekarang juga seolah-olah anda tahu bahwa
alat anda akan rusak besok pagi]
9. If you would be unhappy to lose your data, make a permanent back-up
copy of them within five minutes of acquiring them [Kalau anda merasa
kesal (sangat menyesal) jika data anda hilang, segeralah simpan data
anda ke tempat yang
aman dalam kurun waktu lima menit setelah data itu anda peroleh]
10. Your adviser expects your productivity to be low initially and
then to be above threshold after a year or so [Pembimbing anda
menyadari bahwa tingkat produktifitas anda mula-mula kecil (mentok
sana, mentok sini), tapi
setelah dapat celahnya akan meningkat pesat]
11. You must become a bigger expert in your thesis area than your
adviser [Anda harus menjadi orang yang paling ngerti dan paling
menguasai skripsi anda
dibandingkan pembimbing anda].
12. When you cooperate, your adviser’s blood pressure will go down a
bit [Ketika anda bisa koperatif dengan pembimbing, tekanan darah
beliau akan stabil]
13. When you don’t cooperate, your adviser’s blood pressure either
goes up a bit or it goes down to zero [Kalau anda ngga bisa koperatif,
tekanan darah beliau akan naik, atau malah akan turun jadi nol (wah yg
ini lebay banget nih..) ].
14. Usually, only when you can publish your results are they good
enough to be part of your thesis [Kalau hasil tugas akhir anda bisa
dipublikasikan, maka itu sangat baik buat skripsi anda]
15. The higher the quality, first, and quantity, second, of your
publishable work, the better your thesis [Yang terpenting adalah
kualitas, baru setelah itu jumlah. Makin tinggi kualitas publikasi dan
makin banyak jumlah publikasi, skripsi anda akan semakin bermutu]
16. Remember, its your thesis. You (!) need to do it [Sadarilah bahwa
ini adalah skripsi Anda. Jadi Andalah yang harus mengerjakannya.!
Bukan orang lain!!].
17. Your adviser wants you to become famous, so that he/she finally
become famous [Pembimbing anda mengharapkan anda jadi orang terkenal
(makanya kalau bikin paper pasti nama anda diletakkan di urutan
pertama sebagai first author), karena dengan demikian pembimbing anda
pun akhirnya akan jadi terkenal
juga].
18. Your adviser wants to write the best letter of recommendation for
you that is possible [Kelak pembimbing anda ingin menuliskan surat
rekomendasi yang terbaik buat anda].
19. Whatever is best for you is best for your adviser [Yang terbaik
buat anda adalah yang terbaik juga buat pembimbing anda].
20. Whatever is best for your adviser is best for you [Yang terbaik
buat pembimbing anda adalah baik buat anda].
Dalam bagian penutup dan sekaligus merupakan bagian paling penting,
Prof. Herman berkata, “Knowledge dan skill setiap mahasiswa mesti
tumbuh dan berkembang secara professional; setiap pembimbing harus
membantu mahasiswa menumbuhkan habit atau pola kerja yang efektif.”
from my lovely teacher, Mr. Supriyanto's note in mailing list
Musafir Cinta Ilahi
Created by an Indonesian and a Malaysian muslim. To motivate and transfer spirit each others... To keep ukhuwah Islamiyah
Kamis, 22 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
KASIH ALLAH SWT...
"KasihNya Allah, meskipun HambaNya mendustakan nikmat kasihNya"..
-Seorang Jemaah mendekati seorang pemuda yg tenang lagi redup wajahnya di dalam sebuah masjid berdekatan:
Wahai pemuda, aku lihat dahulu engkau tidak setenang ini, apakah yg menyebabkan engkau berubah ke arah kebaikan?
Adakah engkau berubah kerana pernah ditimpa musibah?
Jawab pemuda: tidak, sesungguhnya aku tidak pernah serik dgn musibah yg melanda diriku suatu ketika dahulu.
Adakah engkau sudah jemu dgn maksiat?
Jawab pemuda: tidak, sesungguhnya maksiat itu terlalu enak utk diperjelaskan.
Adakah ada seseorang atau ibu bapamu yg menyuruhmu berubah?
Jawab pemuda: tidak, rakan2ku mahupun ibubapaku tidak mampu utk memujukku agar berubah.
Adakah engkau takut akan siksaan dan murka Allah?
Jawab pemuda: selama ini hatiku keras utk memikirkan semua itu.
Adakah engkau inginkan Syurga Allah?
Jawab pemuda: Aku tidak layak dan terfikir utk Syurganya apatah lagi utk menghadapi NerakaNya..
maka Jemaah itu semakin kehairanan dan bertanya lagi,
Jadi...apakah sebabnya wahai pemuda?
Dgn linangan air mata pemuda itu menjawab:
..."Fa bi ayyi aalaa-i rabbikuma tukadzdzibaan.."(nikmat Tuhan kamu yang mana satukah yg kamu dustakan?)- Surah Ar-Rahman.
" Setelah aku terdengar ayat itu lalu aku menyedari batapa jiwaku kosong dan sunyi tanpa belaian kasihNya buatku meskipun aku di tengah2 keramaian, dan aku takut,kiranya aku terbiar tanpa pimpinan dan pemerhatianNya...cukuplah aku hidup dalam jagaan kasihNya setelah sekian lama aku palingkan cintaku.. dan harapanku... buat manusia dan akhirnya aku diselimuti dgn kekecewaan.... Sehinggalah pintu hatiku disapa oleh kalamNya meskipun saat itu aku bergelumang dgn dosa dan durhaka, dan inilah diriku..., serta aku tenang dalam dakapanNya "
UKURAN WANITA SOLEHAH
"Dengan kecantikan yang Anda miliki, ianya lebih anggun daripada cahaya mentari. "
- Anda, dengan akhlak yang Anda miliki lebih harum daripada kasturi.
- Anda, dengan kerendahan hati yang Anda miliki, lebih tinggi daripada rembulan.
- Anda, dengan sifat keibuan yang Anda miliki, lebih menyegarkan daripada hujan.
Oleh kerana itu :
- Peliharalah kecantikan itu dengan iman.
- Peliharalah keridhaan itu dengan sikap qana'ah.
- Peliharalah kesucian diri itu dengan hijab.
Demikian kata-kata Dr 'Aidh Al-Qarni, seorang pendakwah terkenal dari Arab Saudi.
Ungkapan ini jika dihalusi adalah usaha untuk membetulkan semula terhadap perkembangan pemikiran dan persepsi yang salah terhadap ukuran kemuliaan seorang wanita.
Ungkapan ini jika dihalusi adalah usaha untuk membetulkan semula terhadap perkembangan pemikiran dan persepsi yang salah terhadap ukuran kemuliaan seorang wanita.
Pernyataan ini merupakan satu usaha untuk menolak berbagai keraguan berbahaya yang kini sudah menyentuh wilayah keyakinan iaitu :
“Adanya anggapan bahwa dengan kecantikan fizikal, seseorang wanita akan mampu meraih kemuliaan dan mendapatkan kebahagiaan.”
Anggapan ini bukan bersumber dari Islam kerana kemuliaan seseorang wanita TIDAK terletak pada :
- Kecantikan wajah.
- Keelokan tubuh badan.
- Banyaknya perhiasan yang dipakai.
Dalam Islam, ketiga-tiga perkara tersebut adalah FITNAH (ujian) bagi wanita kerana ianya samada boleh membawanya menuju kemuliaan atau mampu menyeretnya ke lembah kebinasaan.
Kenyataannya, tidak sedikit wanita yang terjebak dengan anggapan bahwa keelokan fizikalnya adalah segala-galanya. Mereka menganggap bahwa kemuliaan dan kebahagiaan akan didapati apabila berwajah cantik, kulit yang putih dan tubuh yang ramping.
Maka tidak pelik kalau ramai wanita yang kita jumpai bermati-matian untuk memutihkan kulitnya, membuat pembedahan-pembedahan plastik kepada sebahagian tubuhnya di samping menghabiskan beribu-ribu malah berjuta wang demi mengejar prestij tersebut.
Kenyataannya, tidak sedikit wanita yang terjebak dengan anggapan bahwa keelokan fizikalnya adalah segala-galanya. Mereka menganggap bahwa kemuliaan dan kebahagiaan akan didapati apabila berwajah cantik, kulit yang putih dan tubuh yang ramping.
Maka tidak pelik kalau ramai wanita yang kita jumpai bermati-matian untuk memutihkan kulitnya, membuat pembedahan-pembedahan plastik kepada sebahagian tubuhnya di samping menghabiskan beribu-ribu malah berjuta wang demi mengejar prestij tersebut.
Bagi yang tidak mampu, mereka menjadi rendah diri dan merasa terasing dari pergaulannya dengan orang lain. Padahal kecantikan dan keindahan tubuh badan tidak dapat dijadikan kayu ukur kemuliaan. Lebih jauh lagi, semua itu tidak dapat menjamin seseorang akan menjadi bahagia.
Ramai juga wanita yang terjerumus ke dalam konsep "penuhanan" terhadap material. Bagi mereka, material adalah harga diri.
Ramai juga wanita yang terjerumus ke dalam konsep "penuhanan" terhadap material. Bagi mereka, material adalah harga diri.
Dengan anggapan tersebut mereka mahu melakukan apa sahaja untuk meraihnya. Bahkan tubuhnya pun dengan mudah ingin dikorbankan.
Dalam konteks ini, mereka bukannya menjadi terhormat, tetapi justeru bernilai rendah di hadapan Allah swt.
Di satu sisi mereka bersikap "bermuka dua", iaitu mengakui Allah swt sebagai Tuhan tetapi pada masa yang sama mereka "bertuhankan" fizikal dan material.
Di sisi lain pula, pengorbanan "mutiaranya" akan membuat orang yang melihatnya tidak akan menghormati mereka.
Kenyataan ini tidak lepas daripada pengaruh media massa, baik cetak maupun elektronik. Kekuatan media massa terletak kepada pengaruhnya untuk membentuk pendapat umum.
Dengan intensiti yang kuat, media massa terutamanya televisyen bukan sahaja menawarkan hiburan tetapi juga secara tidak langsung telah menawarkan :
- Nilai.
- Budaya.
- Prinsip hidup.
Secara perlahan-lahan namun dengan pasti, sajian televisyen yang asalnya menjadi tontonan semata-mata telah berubah menjadi panduan penontonnya, padahal tidak semua sajian televisyen menawarkan nilai yang sama dengan kehendak penontonnya.
Keadaan yang paling buruk adalah ketika sajian televisyen menjadi pengendali "trend" atau ‘trendsetter’dalam pelbagai aspek kehidupan seperti :
- Pola berfikir.
- Tingkah laku.
- Keyakinan.
sehingga semua yang ada di televisyen menjadi ikutan dan panduan penontonnya dalam kehidupan nyata.
Nampaknya, sajian televisyen yang begitu mengagungkan wanita berupa paras cantik, berkulit putih dan berbadan ramping telah mempengaruhi persepsi kebanyakan wanita Muslimah dan masyarakat pada umumnya. Padahal semua itu salah dan bertentangan dengan Islam.
Di dalam Al Quran, Allah swt menyatakan sebaliknya, bahwa kayu ukur kemuliaan itu adalah ketakwaanBUKAN kecantikan fizikal.
Firman Allah swt :
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (QS Al Hujuraat : 13)
Ketaqwaan itu ada di dalam hati. Hal ini sejajar dengan sabda Rasulullah saw bahwa sesungguhnya Allah swt tidak melihat seseorang dari bentuk tubuhnya tetapi melihat hati dan amalnya.
Sesungguhnya kemuliaan dapat diraih seseorang wanita manakala ia memiliki kemampuan untuk:
Sesungguhnya kemuliaan dapat diraih seseorang wanita manakala ia memiliki kemampuan untuk:
- Menjaga martabatnya dengan iman.
- Menerima semua kurniaan yang Allah berikan.
- Menghijab dirinya dari kemaksiatan.
- Menghiasi semua aktivitinya dengan ibadah.
- Memberikan yang terbaik terhadap sesama manusia.
Seorang wanita yang mampu melakukan semua itu akan mulia di sisi Allah dan terhormat di hadapan manusia.
Sejarah mencatatkan bahwa dalam dunia Islam sejak dahulu telah banyak muncul wanita-wanita mulia yang mendapatkan tempat yang terhormat di tengah-tengah umat hingga kini.
Contohnya Sayyidatina Khadijah ra yang namanya terus berkibar sampai sekarang bahkan setiap anak perempuan dianjurkan untuk meneladaninya.
Terkenalnya seorang Khadijah bukan kerana kecantikan dirinya namun kerana pengorbanannya dalam mendukung perjuangan Rasulullah saw mendakwahkan Islam.
Begitu juga Sayyidatina Aisyah ra, salah seorang isteri Nabi saw yang juga seorang cendekiawan muda.
ra diangkat menjadi ulama’ atau guru para sahabat.
Darinyalah para sahabat mendapat berbagai disiplin ilmu seperti fiqh, hadis dan tafsir. Pada masanya, Aisyah
Ada pula Asma' binti Yazid, seorang mujahidah yang membinasakan sembilan tentera Romawi di dalam perang Yarmuk hanya dengan menggunakan sebilah tiang khemah.
Masih ramai wanita mulia yang berkarya besar untuk umat pada masa-masa berikutnya. Di antara mereka ada yang menjadi guru kepada imam mazhab terkenal.
Imam Abu Hayyan mencatat tiga nama wanita yang menjadi guru kepada Imam Syafi'ie, iaitu :
- Mu'nisat Al Ayyubiyah.
- Syamiyat At Taimiyah.
- Zainab binti Abdul Lathif Al Baghdadi.
Keharuman dan keabadian nama mereka disebabkan oleh kemampuan :
- Mengembangkan kualiti diri.
- Menjaga ‘iffah’ (martabat).
- Memelihara diri dari kemaksiatan.
Sinar kemuliaan mereka muncul dari dalam diri mereka BUKAN fizikal. Sinar inilah yang lebih abadi.
Bagi mereka, fizikal hanyalah perhiasan semata-mata di mana, dalam rentang waktu yang lama
akan pudar juga akhirnya sehingga keadaan fizikal seperti apapun tidak banyak mempengaruhi kehidupan mereka.
Akhirnya marilah kita benar-benar mendidik isteri-isteri dan anak-anak perempuan kita khususnya dengan didikan Islam yang sebenarnya sehingga mereka mempunyai :
akan pudar juga akhirnya sehingga keadaan fizikal seperti apapun tidak banyak mempengaruhi kehidupan mereka.
Akhirnya marilah kita benar-benar mendidik isteri-isteri dan anak-anak perempuan kita khususnya dengan didikan Islam yang sebenarnya sehingga mereka mempunyai :
- Harga diri yang tinggi.
- Keimanan yang mantap.
- Keilmuan Islam yang luas.
sehingga mereka akan dapat menyelamatkan diri mereka daripada fitnah-fitnah dunia yang boleh mengheret mereka ke lembah kehinaan.
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami berupa keimanan yang teguh dan keilmuan yang tinggi untuk kami mampu mendidik dan membangunkan keluarga kami mengikuti jalanMu yang lurus.
Ameen Ya Rabbal Alameen
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami berupa keimanan yang teguh dan keilmuan yang tinggi untuk kami mampu mendidik dan membangunkan keluarga kami mengikuti jalanMu yang lurus.
Ameen Ya Rabbal Alameen
Langganan:
Postingan (Atom)


